Bongkar Paksa Tenda Peleton

Camat Baleendah, Ruli Hadiana bersama aparat melakukan pembongkaran paksa tenda peleton bagi para pengungsi korban banjir.


Para pengungsi menilai tenda peleton tersebut masih diperlukan lantaran banjir susulan diyakini akan melanda pemukiman mereka kembali.

”Walaupun banjir telah surut, tapi beberapa hari kemudian akan terjadi lagi. saya tetap belum bisa menempati rumah karena belum dibersihkan, ”ujar Ny Khodijah (45), seorang pengungsi di Taman Kota, Baleendah, Bandung, kepada SH, Selasa (9/12).

Hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan penjelasan yang jelas dari Camat mengenai alasan pembongkaran tenda peleton secara paksa.

Menurut pengungsi lainya, Abdulah Razak (55), pembongkaran dilakukan saat para pengungsi tengah berada di dalam tenda peleton.  ”Saat kami sedang duduk-duduk di dalam tenda peleton, tahu-tahu ada yang langsung membongkar tenda. Kami langsung keluar, istri dan anak-anak kami menangis serta menjerit histeris kaget,” ujar Abdulah sambil mengendong kedua anaknya yang masih kecil.
Sementara itu, Kepala Sekretariat Kwarcab Pramuka Kabupaten Bandung, Dwi Aprilianto yang langsung memimpin proses pembongkaran tenda mengatakan dua tenda peleton yang terpasang di taman kota Baleendah merupakan milik Kwarcab Pramuka. Tapi, pembongkaran tenda ini dilakukan berdasarkan perintah Camat Baleendah, Ruli Hadiana. ”Saya hanya diperintah Camat untuk membongkar,”tegas Dwi.

Di Ruang Berlumpur

Ratusan siswa SDN Mekarsari di Kelurahan/ Kecamatan Baleendah, akhirnya bisa bersekolah kembali meskipun belajar di ruangan yang masih berlumpur. Dari enam ruang kelas yang tersedia, baru tiga ruangan yang bisa digunakan.
Akibatnya, satu ruangan digunakan oleh dua kelas secara berbarengan. ‘’Sebulan ini, baru pertama kali murid masuk, jadi semuanya masih berantakan akibat terendam banjir,”ujar Pjs Kepala Sekolah SDN Mekarsari, Ela Laila Rusliani kepada SH di Bandung, Selasa (9/12).
Menurut Ela, tiga ruang kelas lainnya belum bisa digunakan karena belum dibersihkan dari lumpur.

Korban banjir Bandung Selatan tak hanya dilanda ancaman banjir yang sewaktu-waktu bisa datang kembali, beragam penyakit pasca-banjir mulai melanda warga yang menjadi korban banjir. ”Kami membutuhkan obat-obatan,” ujar Atang Suparman, warga Desa Andir Kecamatan Baleendah Bandung, Selasa (9/12).

Sejauh ini bantuan berupa obat-obatan belum banyak diterima oleh warga. Menurut Atang, dari sekitar 900 KK di Kelurahan Andir, sudah banyak yang menderita sakit. Kelurahan Andir merupakan salah satu daerah yang dilanda banjir paling parah.

Menurut Mahsun Muhammadi, dokter di Posko Kelurahan Andir, kondisi sanitasi dan air bersih sangat berpengaruh terhadap kesehatan warga pasca-banjir. Mahsun mengatakan dalam sehari ada 400 orang yang berobat ke posko. ”Yang berobat mulai dari balita sampai orang lanjut usia,” ungkap Mahsun.

Penanganan sementara yang dapat dilakukan adalah dengan memberi obat. Kalau penyakitnya dianggap serius, langsung dirujuk untuk dirawat di rumah sakit.

Tips

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.

Comments

24 Responses to “Bongkar Paksa Tenda Peleton”

Leave Comment

(wajib)

(wajib)